Telaga Warna | Dieng Plateu
kesempatan liburan lebaran menyempatkan diri jalan-jalan ke wonosobo. tujuan yang di pilih pemandian air panas kalianget, telaga warna, dan kawah candradimuka. perjalanan ke wonosobo dan dieng plateu cukup sering saya lakukan. kali ini sedikit berbagi tentang pengalaman ke telaga warna.
saya pertama kali mengunjungi telaga ini pada sekitar 12 tahun yang lalu. dalam memori saya danau ini begitu hijau biru dan dingin tentu ditambah rasa sedikit mistis karena cerita-cerita yang disampaikan guide. air dana begitu dekat dengan jalan yang saya lewati. pepohonan masih begitu rimbun.
yang saya hadapi kemarin pada lebaran 2008, danau ini kering, entah apakah karena musim panas. sampai ada wisatawan keluarga dari korea (mungkin), dan salah satu bocahnya berkata ‘i’m not interested, its drying lake’. sempat prihatin saat bocah itu mengularkan komentarnya. ditambah pula ada sampah-sampah dari wisatawan yang tercecer dimana-mana.
saya dapati pohon tumbang disana-sini, daerah pegunungan yang dalam benak saya penuh pepohonan berbedalah kini. setelah masuk ke telaga, selepas dari ticketing langsung menatap ke arah telaga, tepat sekali langsung di depan mata terdapat tulisan besar dan pesannya “hutankan kembali” dibawah pesan itu tertulis perhutani. yang kampanye populis dan simpatis, tapi untuk yang tidak tahu. meskipun begitu benar juga, hutan kembali setelah hutan-hutan ditebangi oleh perhutani sendiri hehe
jelas isu ini sudah jadi rahasia umum, ya to. tapi saya menganggap bahwa telaga warna masih menyimpan kecantikannya. meskipun agak maksa di hati!.
telaga warna dan pengilon dikelilingi semak-semak perdu, yang mengering. rautan warna dan cahaya menjadi warna telaga menjadi begitu bersinar. warna hijau kebiruan mendominasi warna telaga. telaga purba ini seolah melebihi kolam renang eksotis berbintan. yahtapi jangan coba-coba untung berenang di dalam telaga, karena bau belerangnya masih sangat menyengat dan tanah telaga yang begitu liat (bahasa jawa: lendut) dapat menjebak tubuh anda.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply